Tuesday, 7 July 2015

#26 : Kali Pertama


Duta:
Sejak dari dulu
ku menyintaimu
kau tahu begitu namun kau berpura
ku masih teringat kau peluk diriku
yang telah membuat ku menyintai mu

Sudah berapa lama
diriku ini
tak bertemu mu
mungkin ku harap jua
kau merindu ku
sebagaimanaku rinduimu

Duta:
Cinta antara kita
tiada penghalangnya
walau akhir usia
ku menyinta dirimu
ku hanya menunggu mu
menyata kau cintaku
ku kan berjanji
menyintamu syg….

Baizura Kahar:
Setelah kau pergi jauh dari sisi
tiada ku cinta selain dirimu
ku ingin bersama dgnmu selamanya
walaupun sehingga ke akhir nyawa
mungkin kau tak mengerti
maksud ku dulu pada dirimu
kiniku kan menyinta dirimu itu sehingga ke akhir waktu

Baizura Kahar:
cinta antara kita
tiada penghalangnya
walau akhir usia
ku menyintai dirimu
ku hanya menunggu mu
menyata kau cintaku
ku kan berjanji
menyintamu sayang….

Duta:
sudah berapa lama
diriku ini
tak bertemu mu

Baizura Kahar:
mungkin ku harap jua
kau merindu ku
sebagaimanaku rindumu

Duta:
Cinta antara kita
tiada penghalangnya
walau akhir usia
ku menyinta dirimu

Baizura Kahar:
Hanya menunggu mu
menyata kau cintaku
ku kan berjanji
menyintamu sayang….

Duta and Baizura Kahar:
cinta antara kita
tiada penghalangnya
walau akhir usia
ku menyintai dirimu
ku hanya menunggu mu
menyata kau cintaku
ku kan berjanji
menyintamu syg…
ku kan berjanji
menyintamu syg...


Ak merekod lagu ini dan menwasapkan kpd Ungu. Kataku kpd nya, lagu ini ku tujukan khas kpd bakal partnerku. Lagu ini mengingatkan aku, saat pertama kali aku jatuh hati kpd Ungu. Aku menemani Ungu untuk berjumpa Mal, dan pertemuan kami dgn Mal, Mal mengajak kami berkaraoke, menemani dirinya yg sepi. Itu kali pertama aku berkaraoke dgn Ungu, dan sungguh, aku melting.. Melting dgn mendengar suara Ungu yg serak2 basah itu, sungguh sexy dpt aku rasakan. Kemudian, gerak tarinya mengalun tubuhnya mengikut rentak muzik. Sungguh aku terpana. Mal yg hanya bru mengenal aku itu, sgt perasan akan keterujaan aku melihatku Ungu. Aku ibarat sdg mengangakan mulut dgn melopong luas,tnpa sedar akan perihal apa yg berlaku di sekelilingku. Saat itu, aku rasakan hanya sesusuk tubuh Ungu dan aku dengar hanya selunak suara Ungu. Sungguh, perasaan aku padanya hari itulah yg melangsungkan perasaan aku kpdnya ketika ini. Sungguh aku terpana. Dia ibarat puteri dlm fairytale. Yg kuidam-idamkan selalu.

#sungguh mimpi itu indah dan sukar dilupakan. Saat disekeh kepala dgn segala penafian dan penolakan, barulah ada kesedaran..

No comments:

Post a Comment